Minggu, 01 Oktober 2023

Hormat dan Taat Kepada Orang Tua serta Guru

 A. Hormat dan taat kepada orang tua

 1. Pengertian hormat dan taat kepada orang tua

Ibu dan ayah adalah orang tua yang sangat berjasa dalam kehidupan kita. Orang tua telah merawat dan mendidik sejak lahir, bahkan sejak di dalam kandungan. Ibu dengan penuh ikhlas merawat dan menjaga kandungan supaya bayi di dalamnya tetap sehat. Semakin tua usia kandungan, keadaan ibu semakin lemah dan bertambah lemah. Saat tiba waktunya, ibu mempertaruhkan nyawa demi kelahiran buah hati. Itulah pengorbanan seorang ibu yang tiada bandingannya. Begitu juga dengan perjuangan ayah, yang berusaha sekuat tenaga demi menghidupi keluarganya. Maka sudah menjadi kewajiban seorang anak untuk berbakti dan taat kepada kedua orang tua. Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa seandainya dunia seisinya digunakan untuk membalas budi kepada mereka, tidak akan sepadan dengan pengorbanannya. Mengingat jasa-jasa mereka yang tidak ternilai, sangatlah wajar apabila Islam mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa berbakti , hormat dan taat kepada orang tua.

Pengertian hormat dan taat kepada orang tua artinya memuliakan atau mengagungkan orang tua dan berbakti serta berbuat baik kepada mereka dengan cara mengikuti segala perintahnya selama tidak bertentangan dengan ajaran agama dan  berusaha menjauhi larangannya. Istilah lain berbakti dan berbuat kepada orang tua adalah Birrul Walidain

2. Alasan kita harus berbakti kepada orang tua

Didalam Al Quran banyak terdapat ayat yang menerangkan alasan kita harus hormat dan berbakti kepada orang tua. Begitupula dalam Hadits Nabi Muhammad SAW. Diantaranya  Firman Alloh SWT :

Q.S. An Nisa 36

QS LUKMAN AYAT 14

Berdasarkan ayat diatas, ada 3 alasan kita harus hormat dan berbakti kepada orang tua, yaitu :

  1. Perintah Alloh SWT
  2. Ibu yang telah mengandung dan melahirkan kita diatas kepayahan
  3. Mereka telah membesarkan dan mendidik kita dengan sabar dan kasih sayang

3. Keutamaan berbakti kepada orang tua

Hormat dan berbakti kepada orang tua merupakan salah satu ibadah kepada Alloh SWT yang memiliki  keutamaan dan kedudukan yang begitu mulia dan agung . Dengan hormat dan bakti kepada orang tua akan melahirkan kebajikan yang amat mulia bagi seorang anak. Hal ini sebagaimana yang telah diterangkan dalam Hadits Nabi Muhammad SAW : diantaranya :

hadits bakti orang tua 3

hadits bakti orang tua 2

Berdasarkan hadits diatas, terdapat beberapa keutamaan berbakti kepada orang tua yaitu :

  1. Merupakan salah satu kunci masuk surga
  2. Merupakan bagian dari berjuang dijalan Alloh
  3. Merupakan kunci kebahagian hidup dunia akhirat

4. Cara berbakti kepada orang tua

Dalam ajaran Islam telah dijelaskan banyak cara yang dapat kita lakukan dalam rangka hormat dan berbakti kepada orang tua. Baik melalui ucapan ataupun perbuatan diantaranya

  1. Mentaati segala perintah dan menjauhi larangannya selama sesuai dengan ajaran Islam
  2. Memuliakan, menghormati dan menjaga nama baik orang tua
  3. Membantu mereka mereka didalam kehidupan sehari-hari
  4. Senantiasa mendoakan mereka baik ketika masih hidup ataupun setelah meninggal

5. Dalil Tentang berbuat baik / berbakti kepada orang tua

  1. S. Al Isra ayat 23
  2. S. Luqman ayat 14 – 15
  3. S. Al Isra ayat 23
  4. S. Luqman ayat 14 – 15

B. Hormat dan Taat Kepada Guru

1.Pengertian hormat dan taat kepada guru

Sebagaimana berbakti kepada orang tua, kita juga diharuskan berbakti kepada guru. Guru adalah sosok yang telah berjasa dalam mendidik dan menyampaikan ilmu kepada kita. Yang tadinya kita tidak tahu tentang sesuatu  menjadi tahu hakekat sesuatu itu. Hormat dan taat kepada guru artinya berlaku sopan dan berbuat baik kepada mereka serta mengikuti segala perintahnya selama tidak bertentangan dengan ajaran agama.

2. Alasan kita harus berbakti kepada guru

Ada beberapa alasan kita diharuskan taat dan hormat kepada guru, diantaranya

  1. Syariat / Ajaran Islam mengajarkan untuk hormat dan taat kepada guru itu wajib
  2. Guru telah berjasa dalam menyampaikan ilmu dan pengetahuan
  3. Guru telah mendidik akhlak kita ke arah yang lebih baik

 3. Keutamaan berbakti kepada guru

Keutamaan atau mamfaat yang bisa kita peroleh apabila taat dan hormat kepada guru antara lain :

  1. Merupakan salah satu bagian ibadah kepada Alloh SWT yang pahalanya besar
  2. Salah satu kunci keberhasilan dan keberkahan dalam menuntut ilmu
  3. Guru merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan

 4. Cara berbakti kepada guru

Banyak perbuatan atau ucapan yang mencerminkan seseorang taat atau hormat kepada gurunya, diantaranya :

  1. Mentaati segala perintah dan menjauhi larangannya selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam
  2. Memuliakan dan menghormati mereka serta mendoakan kebaikan untuknya
  3. Senantiasa mengamalkan ilmu yang telah mereka sampaikan.

5.  Dalil Tentang berbuat baik / berbakti kepada orang tua

  1. QS. Al Nisa ayat 59
  2. Hadits Nabi Muhammad SAW ttg hormat kepada guru

Adab Makan dan Minum

ADAB MAKAN DAN MINUM

Makan dan minum merupakan kebutuhan sehari-hari manusia. Karena merupakan sebuah kegiatan rutin, kadang-kadang masalah makan dan minum tidak mendapatkan perhatian yang khusus. Padahal makan dan minum merupakan faktor yang sangat penting dalam hidup. Apa yang dimakan dan diminum seseorang serta bagaimana tata cara dia makan sangat berpengaruh terhadap kehidupannya.

Dalam hal makan dan minum, manusia dan binatang sama-sama melakukan dan membutuhkannya. Namun yang membedakan adalah manusia mempunyai tata cara (adab), sedangkan binatang menjadikan makan dan minum hanya sekedar untuk memuaskan nafsunya. Adab makan dan minum tersebut menjadikan kegiatan makan dan minum bagi manusia tidak hanya sekedar untuk memuaskan nafsu saja, namun juga terkandung nilai ibadah.

Untuk lebih jelasnya, pelajarilah pembahasan mengenai adab makan dan minum dalam ajaran Islam berikut ini.

A. Tata Krama Sebelum Makan dan Minum

1. Mencuci tangan sebelum makan

Sebelum makan cucilah tangan terlebih dahulu, hal ini sangat berguna untuk menjaga kesehatan kita. Barangkali sebelum makan tadi tangan kita memegang sesuatu yang mengandung bakteri atau kuman yang membahayakan kesehatan. Bagaimana kalau dalam makan menggunakan sendok dan garpu? Sebaiknya tangan tetap dicuci, karena siapa tahu di tengah-tengah kegiatan makan tersebut kita tergoda untuk memegang makanan. Hadis Rasulullah :

image

Artinya : “Diriwayatkan dari Aisyah r.a : Sesungguhnya Rasulullah saw ketika hendak tidur sementara beliau dalam keadaan junub, maka beliau berwudu, dan ketika hendak makan beliau mencuci kedua tangannya” (HR Nasai)

2. Duduk dengan baik.

Rasulullah memberi contoh makan dengan duduk dan mencela makan dan minum sambil berdiri atau berjalan karena dapat menghilangkan keberkahan makanan. Hadits Rasulullah :

image

Artinya : Diriwayatkan dari Anas r.a. : Sesungguhnya Nabi saw melarang seorang laki-laki minum sambil berdiri”. (HR Muslim)

3. Berdoa sebelum makan atau minum

Sebelum makan kita diperintahkan untuk berdoa, hal ini mengandung maksud agar kegiatan makan dan minum nantinya diberi keselamatan. Makanan dan minuman yang akan kita masukkan ke dalam tubuh tidak hanya sekedar menghilangkan lapar dan dahaga, namun dapat menjadikan berkah. Energi yang dihasilkan dari makanan tersebut dapat bermanfaat untuk menunjang kegiatan kita, baik belajar, bekerja, ibadah dan sebagainya. Adapun doa sebelum makan adalah sebagai berikut :

image

Artinya : “Ya Allah keberkahan kepada kami dalam rizqi yang telah Engkau berikan kepada kami dan jauhkan kami dari api neraka”.

Bila lupa berdoa dan membaca Basmalah di awal, maka bacalah Basmalah di tengah-tengahnya karena rasulullah pernah bersabda yang maksudnya adalah apabila salah seorang dari kamu bersantap, sebutlah dulu asma Allah, maka jika lupa tidak membaca pada awalnya, hendaknya membaca Basmalah sewaktu ingat di tengah-tengah makan, demikian : Bismillahi awwalu wa akhirahu.

B. Tata Krama Pada Saat Makan

1. Jangan sekali-kali mencela makanan

Ketika makan, tidak selalu apa yang kita makan sesuai dengan selera. Bagaimana sikap kita? Ajaran Islam melarang mencela makanan. Apalagi mencela makanan di depan orang yang memasaknya, hal ini bisa membuat orang tersebut tersinggung. Terlebih lagi jika yang memasak makanan itu adalah ibu kamu, maka jangan sekali-kali mencelanya. Bila kebetulan kurang berminat terhadap makanan tertentu, jangan mencela. Kalau tidak berminat sebaiknya diam dan tidak dimakan.

Hadis Rasulullah :

image

Artinya : “Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya : Rasulullah s.a.w tidak pernah mencela makanan satu kalipun. Apabila baginda menyukai sesuatu makanan baginda memakannya dan kalau tidak menyukainya baginda meninggalkannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Jangan makan dengan terburu-buru

Makan dan minum tidak boleh dilakukan dengan terburu-buru karena dikhawatirkan menjadikan kerja organ-organ pencernaan di dalam tubuh bekerja dengan tidak sempurna. Makanlah dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.

image

Artinya : Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila dihidangkan makanan di hadapanmu, sedangkan waktu shalat sudah datang, maka hendaklah kamu makan terlebih dahulu. Janganlah kamu terburu-buru, lakukan shalat setelah kamu selesai makan “ (HR Bukhari dan Muslim)

3. Makan dan minum dengan menggunakan tangan kanan

Dengan menggunakan tangan kanan untuk makan dan minum mengandung nilai bahwa kita menghargai atau memuliakan makanan tersebut. Kegiatan makan dan minum adalah kegiatan mulia, makanan dan minuman yang kita minum juga makhluk Allah SWT yang mulia.

Dengan demikian diharapkan makanan dan minuman yang kita masukkan ke dalam tubuh kita tersebut juga menghasilkan energi dan amal yang mulia. Cara makan dengan menggunakan tangan kanan juga untuk membedakan cara makan manusia dengan syaitan. Syaitan makan dan minum dengan menggunakan tangan kiri. Kita tahu bahwa syaitan merupakan makhluk yang tercela, sehingga sangat senang melakukan hal-hal yang tercela termasuk ketika dia makan dengan menggunakan tangan kirinya.

image

Artinya : Diriwayatkan dari Aibnu Umar r.a : Rasulullah SAW bersabda ketika kamu makan makan lakukan dengan tangan kanan, ketika minum juga dengan tangan kanan. Karena sesungguhnya syaitan makan dan minum dengan tangan kirinya ( HR Muslim)

4. Menyantap makanan yang paling dekat.

Ketika kita makan bersama orang banyak dengan bermacam-macam makanan yang dihidangkan, maka ambillah yang kamu sukai dan yang terdekat. Bila menjangkau yang jauh, maka tampak tidak sopan. Apabila kita memang sangat menyukai makanan yang letaknya jauh dari jangkauan kita, maka mintalah tolong orang yang terdekat untuk menggeser atau mengambilkannya.

Diceritakan dalam sebuah hadis :

image

Artinya : Diriwayatkan dari Umar bin Abu Salamah r.a katanya: Aku pernah berada di bawah dekat Rasulullah s.a.w. waktu makan, tanganku terulur hendak menjangkau talam, lalu Rasulullah s.a.w bersabda kepadaku: Wahai anak muda! Bacalah Basmalah, makanlah dengan tangan kanan dan dahulukan dengan makanan yang terdekat denganmu” ( HR Bukhari dan Muslim)

5. Menghabiskan makanan, jangan ada yang tersisa, karena kita tidak mengerti bagian mana yang mengandung berkah.

6. Tidak langsung menghabiskan minuman dalam jumlah tertentu Nabi memberi contoh : bahwa apabila minum satu gelas, hendaklah dua atau tiga kali, mulailah dengan bacaan basmalah dan akhiri dengan hamdalah.

7. Tidak meniup makanan dan minuman karena panas Bila seseorang meminum minuman yang panas, janganlah ditiup dan tunggulah hingga dingin, karena tiupan itu membawa racun.

C. Tata Krama Sesudah Makan

1. Membersihkan tangan dan mulut setelah makan.

image

Artinya : Diriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a : Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila seseorang di antara kamu memakan makanan, maka bersihkanlah sisa makanan yang ada di tangan dengan mulut lalu cucilah atau menyuruh orang membersihkannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Berdoa setelah makan atau minum

Setelah makan danminum jangan lupa berdoa. Dalam doa tersebut mengandung maksud kita bersyukur memuji Allah SWT karena telah menyelesaikan makan dan minum. Doa tersebut juga dapat menjadikan keberkahan terhadap apa yang telah kita makan.

image

Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita makan dan minum dan telah menjadikan kita orang muslim”.

Jujur dan Menepati Janji

 A. JUJUR

Jujur adalah suatu sikap yang mencerminkan adanya kesesuaian antara hati, perkataan dan perbuatan. Apa yang diniatkan oleh hati, diucapkan oleh lisan/mulut dan ditampilkan dalam perbuatan memang itulah yang sesungguhnya terjadi dan sebenarnya. Kejujuran sangat erat kaitannya dengan hati nurani. Hati nurani senantiasa mengajak manusia kepada kebaikan dan kejujuran. Namun terkadang kita enggan mengikuti hati nurani dikarenakan kita lebih mengikuti keinginan hawa nafsu. Kejujuran dapat membawa kebenaran, kebenaran dapat mengantarkan seseorang ke surganya Allah SWT.
Sabda Nabi Muhammad SAW :jujur 1

  • “Dari Abdullah ibn Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa kesurga…” (H.R.Bukhari).

Lawan sifat jujur adalah dusta atau bohong. Dusta adalah sikap yang tidak mencerminkan kesesuaian antara hati, ucapan dan perbuatan. Rasulullah SAW adalah orang yang jujur dan terpercaya, sehingga beliau mendapat gelar al-amin (dapatdipercaya) dari bangsa Quraisy. Kejujuran berbuah kepercayaan, sebaliknya dusta menjadikan orang lain tidak percaya. Jujur membuat hati kita tenang, sedangkan berbohongmembuat hati jadi was-was. Kejujuran merupakan salah satu dari akhlak yang terpuji ( akhlakul karimah / Mahmudah ). Seharusnya sifat jujur juga menjadi identitas seorang muslim.Katakan bahwa yang benar itu adalah benar dan yang salah itu salah. Jangan dicampur adukkan antara yang hak dan yang batil. Allah Swt. Berfirman :
jujur 2

  • Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya”.( Q.S. Surah al-Baqarah/2:42)

Hikmah atau manfaat dari perilaku jujur adalah:

  1. mendapatkan kepercayaan dari orang lain
  2. mendapatkan banyak teman
  3. mendapatkan ketentraman hidup

B. Menepati Janji

Janji adalah ucapan seseorang kepada orang lain yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat sesuatu. Menepati janji merupakan salah satu sifat terpuji atau akhlakul mahmudah yang harus dimiliki setiap muslim. Hukum menepati janji adalah wajib.Janji adalah hutang, sesuatu yang harus dilaksanakan atau ditepati. Hutang akan diminta pertanggungjawabannya sampai di akhirat. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, jangan mudah mengobral janji. Sebaliknya, apabila berjanji ucapkanlah Insya Allah (jika Allah menghendaki). Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa akan datang. Manusia hanya merencanakan dan berusaha, sedangkan hasilnya ada di tangan Allah SWT. Jika seseorang tidak dapat menepati janji karena lupa atau karena alasan tertentu yang tidak disengaja, asalkan mengucap Insya Allah, Allah SWT akan memaafkannya. Meski demikian, tetap harus meminta maaf dan memberi penjelasan kepada orang tersebut.

Lawan menepati janji adalah ingkar. Menurut Hadits nabi Muhammad SAW, riwayat Bukhari dan Muslim, seseorang yang ingkar janji dikategorikan sebagai oran munafik. Dalam sejarah hidup Rasulullah SAW, beliau tidak pernah mengingkari janji. Beliau selalu menepati janji kepada siapapun. Sudah seharusnya umat Islam meneladani Rasulullah SAW dalam hal menepati janji. Ingkar janji termasuk dosa besar yang harus dijauhi. Sifat ini akan menimbulkan berbagai kerugian tali silaturahmi dengan orang lain bisa terputus, bisa saling bermusuhan sampai  terjadi pertengkaran dan perkelahian.

Firman Alloh SWT :

  • Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih           ( Q.S. Ali Imran ayat 77)

Hikmah menepati janji diantaranya

  1. kita akan mendapat kepercayaan dari orang lain
  2. akan terjalin hubungan silaturahmi yang harmonis dengan orang lain.
  3. merupakan wujud dari memuliakan, menghormati dan menghargai sesama manusia.

TUGAS

Jujur. Amanah dan Istiqomah

 

JUJUR, AMANAH DAN ISTIQAMAH

A. JUJUR
Jujur adalah suatu sikap yang mencerminkan adanya kesesuaian antara hati, perkataan dan perbuatan. Apa yang diniatkan oleh hati, diucapkan oleh lisan/mulut dan ditampilkan dalam perbuatan memang itulah yang sesungguhnya terjadi dan sebenarnya. Kejujuran sangat erat kaitannya dengan hati nurani. Hati nurani senantiasa mengajak manusia kepada kebaikan dan kejujuran. Namun terkadang kita enggan mengikuti hati nurani dikarenakan kita lebih mengikuti keinginan hawa nafsu. Kejujuran dapat membawa kebenaran, kebenaran dapat mengantarkan seseorang ke surganya Allah SWT.
Sabda Nabi Muhammad SAW :jujur 1

  • “Dari Abdullah ibn Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa kesurga…” (H.R.Bukhari).

Lawan sifat jujur adalah dusta atau bohong. Dusta adalah sikap yang tidak mencerminkan kesesuaian antara hati, ucapan dan perbuatan. Rasulullah SAW adalah orang yang jujur dan terpercaya, sehingga beliau mendapat gelar al-amin (dapatdipercaya) dari bangsa Quraisy. Kejujuran berbuah kepercayaan, sebaliknya dusta menjadikan orang lain tidak percaya. Jujur membuat hati kita tenang, sedangkan berbohongmembuat hati jadi was-was. Kejujuran merupakan salah satu dari akhlak yang terpuji ( akhlakul karimah / Mahmudah ). Seharusnya sifat jujur juga menjadi identitas seorang muslim.Katakan bahwa yang benar itu adalah benar dan yang salah itu salah. Jangan dicampur adukkan antara yang hak dan yang batil. Allah Swt. Berfirman :
jujur 2

  • Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya”.( Q.S. Surah al-Baqarah/2:42)

Hikmah atau manfaat dari perilaku jujur adalah:

  1. mendapatkan kepercayaan dari orang lain
  2. mendapatkan banyak teman
  3. mendapatkan ketentraman hidup

B. AMANAH
Amanah artinya terpercaya (dapat dipercaya). Maksudnya sifat yang mencerminkan kemampuan sesorang menerima, menyampaikan dan menjaga segala sesuatu yang telah disampaikan orang lain kepadanya. Amanah dapat berupa pesan , ucapan, perbuatan ,harta, tugas atau tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Dengan demikian orang yang dapat menjaga amanah biasanya disebut orang yang bertanggung jawab. Sebaliknya, orang yang tidak menjaga amanah disebut orang khianat / itdak bertanggung jawab.
amanah 1

  •  “Dari Ibnu Umar, Rasulullah saw. bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban perihal rakyat yang dipimpinnya…”(H.R.BukhariMuslim)

Jenis-jenis amanah dibedakan menjadi tiga macam,yaitu:

1. Amanah terhadap Allah Swt. Amanah ini berupa ketaatan akan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah Swt. berfirman:
amanah 2

  • ”Wahai orang-orang yang beriman ,janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”.( Q.S. Al-Anfa:27)

2. Amanah terhadap sesama manusia. Amanah ini meliputi hak-hak antar sesama manusia. Misalnya ketika dititipi pesan atau barang,

amanah 3

  • “Sesungguhnya Allah Swt menyuruh kamu untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya…”.( Q.S. An Nisa:58)

3. Amanah terhadap diri sendiri. Amanah ini dijalani dengan memelihara dan menggunakan segenap kemampuannya demi menjaga kelangsungan hidup, kesejahteraan, dan kebahagiaan diri. Allah Swt.berfirman:
amanah 4

  • “Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya” ( Q.S. Al-Mu’minun:8 )

Hikmah Perilaku Amanah

  1. Dipercaya oranglain,ini merupakan modal yang sangat berharga dalam menjalin hubungan atau berinteraksi antara sesame manusia.
  2. Mendapatkan simpati dari semua pihak, baik kawan maupun lawan.
  3. Hidupnya akan sukses dan dimudahkan oleh Allah Swt.

C. ISTIQOMAH

Istiqomah berarti sikap kukuh pada pendirian dan konsekuen dalam tindakan. Dalam makna yang luas, istiqomah adalah sikap teguh dalam melakukan suatu kebaikan, membela dan mempertahankan keimanan dan keislaman, walaupun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan.

Sesungguhnya orang-orang yang berkata Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqmah, tidak ada rasa khawatir padamereka,dan mereka tidak (pula) bersedih hati”.
(Q.S. Al-Ahqaf :13)

Ayat diatas menjelaskan sikap orang-orang istiq±mah,yaitu menepati dan mengikuti garis-garis yang telah ditentukan oleh agama,menjalankan semua perintahAllah Swt. dan meninggalkansemua larangan-Nya. Orang yang semacam itu tidak perlu khawatir terhadap diri mereka di hari kiamat karena AllahSwt.menjamin keselamatan mereka.

Di antara hikmah perilaku Istiqomah adalah sebagai berikut.

  1. Orang yang Istiqomah akan dijauhkan oleh AllahSwt dari rasa takut dan sedih sehingga dapat mengatasi rasa sedih yang menimpanya, tidak hanyut dibawa kesedihan dan tidak gentar dalam menghadapi kehidupan masa yang akan datang.
  2. Orang yang Istiqomah akan mendapatkan kesuksesan dalam kehidupan didunia karena ia tekun dan ulet.
  3. Orang yang Istiqomah dan selalu sabar serta mendirikan ¡ala takan selalu dilindungi oleh Allah Swt.

Tawadhu,Taat, Qanaah dan Sabar

 A. Tawadhu

1. Pengertian Tawadhu

Tawadhu artinya sifat rendah hati, tidak takabur/sombong atau angkuh atas kelebihan yang telah Allah SWT berikan kepadanyaFirman Allah SWT :

وَعِبَادُ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلَّذِينَ يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنً۬ا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَـٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَـٰمً۬ا

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.  ( Q.S. Al Furqan ayat 63 )

 2. Contoh Tawadhu

  1. Senantiasa bersikap sabar didalam pergaulan
  2. Tidak suka menonjolkan diri ( takabur/sombong )
  3. Senantiasa menghargai dan menghormati orang lain

 B. Taat

1. Pengertian Taat

Taat artinya patuh, tunduk terhadap perintah Alah SWT. Yang diwujudkan dalam bentuk menjalankan perintah-Nya menjauhi larangan-Nya. Selaian kepada Allah SWT, manusia juga diharuskan taa kepada para rasul dan Ulil Amri ( Para Pemimpin ). Firman Allah SWT

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَأُوْلِى ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡ‌ۖ فَإِن تَنَـٰزَعۡتُمۡ فِى شَىۡءٍ۬ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ‌ۚ ذَٲلِكَ خَيۡرٌ۬ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلاً

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya  “.. (Q.S. An Nisa ayat 59 )

 2. Contoh Taat

  1. Senantiasa menjalankan perintah dan menjauhi larangan  Allah SWT
  2. Senantiasa berbuat kebaikan kepada sesama 
  3. Senatiasa ikhlas dan sabar dalam beribadah kepada Nya

 

C. Qanaah

1. Pengertian Qanaah

Menurut Bahasa Qanaah artinya merasa puas, rela Sedangkan menurut istilah Qanah artinya Sikap merasa cukup apa yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada kita. Firman Allah SWT

مَا مِن دَآبَّةٍ۬ فِى ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَا‌ۚ كُلٌّ۬ فِى ڪِتَـٰبٍ۬ مُّبِينٍ۬ 

 “ Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh) “      ( Q.S.Hud ayat 6 )

 2. Contoh Qanaah

  1. Senantiasa bersyukur kepada Allah SWT
  2. Hidup sederhana dan mau berinfak  dijalan Allah SWT
  3. Tidak putus asa / cemas dalam menghadapi masalah

D. Sabar

1. Pengertian Sabar

Sabar artinya mampu menahan diri dari segala sesuatu yang tidak menyenangkan / disukai dengan mengharap ridha Allah SWT .

Firman Allah SWT :

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ( Q.S. Al Baqarah ayat 153 )

2. Jenis jenis Sabar

  1. Sabar dalam menjalankan perintah Allah SWT / Taqwa 
  2. Sabar dalam menghadapi penderitaan / musibah
  3. Sabar dalam menahan hawa nafsu / Marah

 E. Fungsi dan Peranan Tawaduk, Taat, Qanaah, Sabar dalam Kehidupan

  1. Dalam rangka mendekatkan diri/ ibadah kepada Allah SWT 
  2. Memperoleh ketenangan hidup dunia akhirat 
  3. Terhindar dari sifat tercela seperti sombong, dengki dan putus asa
  4. Terciptanya  kehidupan yang harmonis didalam bermasyarakat

Sabtu, 30 September 2023

HUKUM AL SYAMSYIAH AL QOMARIYAH

 A.    Pengertian Al syamsiyah

  1. Al” Syamsiyah adalah “Al” atau alif lam yang dirangkai dengan kata benda (isim) yang diawali dengan salah satu dari huruf-huruf syamsiyah. Syamsiah artinya seperti matahari
  2. Jumlah huruf syamsiyah ada 14 huruf, yaitu huruf-huruf hijaiyah selain huruf-huruf qamariyah (seperti di bawah), yakni ط ث ص ر ت ض ذ ن د س ظ ز ش ل.
  3. Cara membaca “Al” Syamsiyah adalah dengan memasukkan (mengidghamkan) “Al” (lam sukun) ke huruf-huruf syamsiyah sehingga bacaan lam sukunnya hilang dan lebur ke dalam huruf syamsiyah yang mengikutinya. Karena membacanya dengan diidghamkan, maka hukum bacaan “Al” Syamsiyah sering juga disebut dengan Idgham Syamsiyah ( إِدْغَامْ شَمْسِيَّةْ )

contoh bacaan Al Syamsyiah

 No.    Tertulis

    Dibaca

    Keterangan
 1.

اَلطَّآمَّةُ

اَطْ طَاآمَّةُ

اَلْ

 

ط

 2.

اَلثَّاقِبُ

اَثْ ثَاقِبُ

اَلْ

 

ث

 3.

اَلصَّبُوْرُ

اَصْ صَبُوْرُ

اَلْ

ص

 4.

اَلرَّحِيْمُ

اَرْ رَحِيْمُ

اَلْ

 

ر

 5.

اَلتَّوَّابُ

اَتْ تَوَّابُ

اَلْ 

ت

 6.

اَلضُّحىٰ

اَضْ ضُحىٰ

اَلْ 

ض

 7.

اَلذِّكْرُ

اَذْ ذِكْرُ

اَلْ 

ذ

 8.

اَلنَّعِيْمُ

اَنْ نَعِيْمُ

اَلْ 

ن

 9.

اَلدَّاعِىْ

اَدْ دَاعِىْ

اَلْ 

د

10.

اَلسَّمِيْعُ

اَسْ سَمِيْعُ

اَلْ 

س

11.

اَلظِّلُّ

اَظْ ظِلُّ

اَلْ 

ظ

12.

اَلزُّوْرُ

اَزْ زُوْرُ

اَلْ 

ز

13.

اَلشَّكُوْرُ

اَشْ شَكُوْرُ

اَلْ 

ش

14.

اَللَّيْلُ

اَلْ لَيْلُ

اَلْ 

ل

 

 B. Pengertian Al Qamariyah

  1. Al” Qamariyah adalah “Al” yang dirangkai  dengan kata benda (isim) yang diawali dengan salah satu dari huruf-huruf qamariyah. Qamariyah artinya seperti Bulan
  2. Jumlah huruf qamariyah ada 14 huruf, seperti terangkum dalam rangkaian huruf atau kalimat: yaitu huruf-huruf ( ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ي م ه ).
  3. Cara membaca “Al” Qamariyah harus jelas (izhhar), yakni tetap kelihatan bacan lam sukunnya. Karena itulah hukum bacaan “Al” Qamariyah sering disebut dengan Izhhar Qamariyah (إِظْهَارْ قَمَرِيَّةْ).

Contoh-contoh bacaan “Al” Qamariyah .

No.TertulisDibacaKeterangan
 1.

اَْلاَحَدُ

اَلْ اَحَدُ

اَلْ

أ

 2.

اَْلبَصِيْرُ

اَلْ بَصِيْرُ

اَلْ

ب

 3.

اَْلغَفُوْرُ

اَلْ غَفُوْرُ

اَلْ

غ

 4.

اَْلحَلِيْمُ

اَلْ حَلِيْمُ

اَلْ

ح

 5.

اَْلجَحِيْمُ

اَلْ جَحِيْمُ

اَلْ

ج

 6.

اَْلكَرِيْمُ

اَلْ كَرِيْمُ

اَلْ

ك

 7.

اَْلوَدُوْدُ

اَلْ وَدُوْدُ

اَلْ

و

 8.

اَْلخَبِيْرُ

اَلْ خَبِيْرُ

اَلْ

خ

 9.

اَْلفَتَّاحُ

اَلْ فَتَّاحُ

اَلْ

ف

10.

اَْلعَلِيْمُ

اَلْ عَلِيْمُ

اَلْ

ع

11.

اَْلقَدِيْرُ

اَلْ قَدِيْرُ

اَلْ

ق

12.

اَْليَوْمُ

اَلْ يَوْمُ

اَلْ

ي

13.

اَْلمُؤْمِنُ

اَلْ مُؤْمِنُ

اَلْ

م

14.

اَْلهَادِىْ

اَلْ هَادِىْ

اَلْ

ه

Perbedaan Alif Lam Syamsiah dan Alif Lam Qomariah

 

 NoAlif Lam Syamsiah Alif Lam Qomariyah
1Pada alif Lam syamsiah terdapat tanda tasyidَّPada alif lam Qomariyah terdapat tanda sukun / mati ْ
2Huruf اَلْ pada Alif lam Syamsiah tdk dibaca al melainkan lebur kedalam huruf didepanyaHuruf l اَلْ pada Al Qomariyah dibaca al  ( jelas al nya )
3Didepan Huruf اَلْ terdapat huruf syamsiahDidepan Huruf اَلْ terdapat huruf al qomariyah
4 Hurufnya ada 14 yaitu ط ث ص ر ت ض ذ ن د س ظ ز ش ل Hurufnya ada 14 yaitu ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ي م ه

Untuk ringkasan materinya, bisa melihat    disini !   Semoga bermanfaat.

Senin, 04 September 2023

Sholat Jenazah

 A. Keutamaan Menshalatkan Jenazah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah yang mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam:

“Barangsiapa yang menghadiri jenazah, hingga jenazah itu dishalatkan , maka ia mendapat pahala satu qirath. Dan barangsiapa yang menghadiri jenazah hingga dikuburkan, maka ia mendapat dua qirath. Ada yang bertanya: “Seperti apa dua qirath itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Seperti dua gunung yang besar.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

B. Hukum shalat jenazah

Hukum melaksanakan shalat  jenazah adalah fardhu kifayah, yaitu apabila sudah ada sebagian dari kaum muslimin yang mengerjakannya, maka gugur dosa dari sebagian kaum muslimin yang lainnya. Jadi bagi sebagian kaum muslimin yang lain mengerjakannya adalah sunnah. Sedangkan apabila semuanya tidak mengerjakan, maka mereka semuanya berdosa.

C. Syarat-syaratnya:

  1. Niat
  2. Menghadap kiblat
  3. Menutup aurat
  4. Suci dari hadats dan Najis ( wudhu )

D. Tata Cara Shalat Jenazah

  1. Seorang imam atau seorang munfarid berdiri di sisi kepala jenazah laki-laki. Adapun jika jenazah itu perempuan, maka berdiri di sisi tengahnya (di sisi pusar). Sedangkan makmum berdiri di belakang imam. Dan disunnahkan untuk menjadikannya tiga shaf.
  2. Niat melaksanakan shalat jenazah Contoh niatnya: (untuk mayit laki-laki) :Ushallii alaa hadzal mayyiti arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati ma’muuman lillaahi ta’alaa.Artinya:  Aku niat shalat atas mayit ini empat takbir fardhu kifayah karena Allah.Niat (untuk mayit perempuan)Ushallii alaa haadzihil mayyiti arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.
  3. Kemudian melakukan takbiratul ihram dan setelah itu langsung membaca ta’awwudz dan membaca Q.S. Al Fatihah.
  4. Kemudian bertakbir yang kedua dan setelah itu mendoakan shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam sebagaimana shalawat yang dibaca di dalam tasyahhud (at tahiyat) di dalam shalat pada umumnya.

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

  5. Kemudian bertakbir yang ketiga, lalu membaca doa kebaikan untuk si mayit dengan doa-doa yang terdapat di dalam As Sunnah.Doa sesudah takbir ke 3 :

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ

    Allahummaghfir lahu warhamhu wa’aafihii  wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu … 

    “Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya

    Lebih sempurna lagi jika membaca doa:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ  وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ  وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّار

    Allahummaghfir lahu (lahaa) warhamhu (haa) wa’aafihii (haa) wa’fu ‘anhu (haa) wa akrim nuzulahu (haa) wawassa’madkhalahu (haa) waghsilhu (haa) bil-maa’I watstsalji wal-baradi wanaqqihi (haa) minal-khathaayaa kamaa yu-naqqatats-tsaubul-abyadhu minad-danasi waabdilhu (haa) daaran khairan min daarihi (haa) wa ahlan khairan min ahlihi (haa) wa zaujan khairan min zaujihi (haa) wa adkhilhul jannata wa a’iduhu min ‘adabil qabri wa ‘adabin nar

    “Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka.”

  6. Kemudian bertakbir yang keempat lalu mengucapkan doa :

    اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْناَ أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَناَ وَلَهُ

    Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfir lanaa wa lahu.

  7. Kemudian diam berdiri sejenak lalu mengucapkan salam seraya menoleh ke arah kanan dan kiri.

Wallahu a’lam bish-shawab.

RPP Deep Learning atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam adalah rancangan pembelajaran yang bertujuan agar siswa tidak hanya menghaf...