Selasa, 05 Desember 2023

Sholat Istiqorah

Salat istikharah

Salat istikharah adalah salat yang dengan tujuan untuk mendapatkan petunjuk yang baik dari Allah swt dalam menentukan pilihan hidup yang terdiri dari dua perkara atau lebih dari dua. Hasil dari petunjuk Allah swt akan menghilangkan kebimbangan dan kekecewaan di kemudian hari. Setiap kegagalan akan memberikan pelajaran dan pengalaman yang kelak akan berguna di masa yang akan datang.

Suatu saat kita dihadapkan pada dua atau lebih pilihan yang sama-sama baik dan sulit menentukan mana yang terbaik, padahal menyangkut persoalan yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan kita di masa yang akan datang. Oleh karena itu sebagai orang yang beriman kita harus yakin bahwa hanya Allah swt yang paling mengetahui secara pasti mana yang terbaik di antara sekian pilihan itu. Diantara contoh-contoh pilihan tersebut adalah : memilih jodoh, memilih pekerjaan, memutuskan suatu perkara, memilih tempat tinggal dan lain sebagainya. Sebagaimana hadis Rasulullah saw berikut :

عَنْ جَابِرِبْنِ عَبْدِاللهِ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَااْلاِسْتِخَارَةَفِىاْلاُمُوْرِ يَقُوْلُ اِذَاهَمَّ اَحَدُكُمْ بِاْلاَمْرِفَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ لِيَقُلْ”اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَاسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَاَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ فَاِنَّكَ تَقْدِرُوَلاَاَقْدِرُ,وَتَعْلَمُ وَلاَاَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ اِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هَذَااْلاَمْرَخَيْرٌلِىفِىدِيْنِىوَمَعَاشِىوَعَاقِبَةِ اَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِىوَيَسِّرْهُ لِى.ثُمَّ باَرِكْ لِىفِيْهِ وَاِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هَذَاْالاَمْرَشَرٌّلِىفِىدِيْنِى وَمَعَاشِىوَعَاقِبَةِاَمْرِىفَاصْرِفْهُ عَنِّىوَاصْرِفْنِىعَنْهُ وَاقْدُرْلِىالْخَيْرَحَيْثُ كَانَ ثُمَّ اَرْضِنِىبِهِ (رواه البخارى)

Artinya : “Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah saw mengajar kami untuk meminta petunjuk dalam beberapa perkara penting. Beliau bersabda, ”Jika salah seorang dari kalian menghendaki suatu perkara, maka salatlah dua rakaat, kemudian hendaklah berdo’a : ‘Ya Allah, aku beristikharah kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku meminta penilaian-Mu dengan kemampuan-Mu dan aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu yang sangat besar. Sesungguhnya Engkau kuasa sedangkan aku tidak kuasa, Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha mengetahui perkara-perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui perkara ini lebih baik bagiku dalam urusan agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku, maka putuskanlah dan mudahkanlah urusan ini untukku, kemudian berkahilah untukku di dalamnya. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa itu buruk bagiku, baik dalam urusan agamaku, kehidupanku maupun kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku- maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya dan kemudian jadikanlah aku orang yang rida dengan pemberianmu itu”.  (HR Bukhari)

Dalam melakukan salat istikharah sebaiknya juga diikuti dengan puasa sunah, sedekah,dikir dan amalan-amalan baik lainnya. Ada beberapa petunjuk yang berkenaan dengan sesuatu yang diistikharahi yaitu :

  1. Allah memberikan petunjuk melalui mimpi
  2. Petunjuk melalui firasat
  3. Petunjuk melalui ketetapan hati
  4. Petunjuk dengan menjauhkan orang tersebut dari yang tidak baik untuk dirinya dan mendekatkan dengan apa yang baik untuknya

Sholat Tahiyatul Masjid

 SHALAT TAHIYATUL MASJID

Ketika seseorang memasuki masjid, janganlah ia duduk sehingga melaksanakan shalat dua rakaat yang disebut dengan tahiyatul masjid.

Secara bahasa tahiyatul masjid berarti menghormati masjid. Sedangkan ‎menurut istilah shalat tahiyatul masjid adalah shalat dua rakaat yang dilaksanakan sesaat setelah ‎kita memasuki masjid. ‎

Hukum shalat tahiyatul masid adalah sunnah. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW bersabda :

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ

Jika salah seorang kalian masuk masjid, maka janganlah duduk sebelum mengerjakan shalat dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tata cara pelaksanaan shalat tahiyatul masjid adalah sebagai berikut :‎

  • Jumlah rakaatnya hanya 2 rakaat.‎
  • Dilaksanakan secara munfarid (sendirian).‎
  • Waktunya setiap saat memasuki masjid, baik untuk melaksanakan shalat ‎fardu maupun ketika akan beri’tikaf.‎
  • Urutannya secara garis besarnya :
    1. Berniat shalat Tahiyatul Masjid, contoh lafadznya :‎

    أُصَلِّي سُنَّةً تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالى

    ‎“Saya berniat shalat tahiyat masjid dua rakaat karena Allah Ta’ala.”‎

    ‎2.‎ Takbiratul ihram

    ‎3.‎ Shalat dua rakaat seperti biasa.‎

    ‎4.‎ Salam.‎

Tujuan dari pelaksanaan shalat dua rakaat ini adalah untuk menghormati masjid. Karena masjid memiliki kehormatan dan kedudukan mulia yang harus dijaga oleh orang yang memasukinya. Yaitu dengan tidak duduk sehingga melaksanakan shalat tahiyatul masjid ini. Karena pentingnya shalat ini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tetap memerintahkan seorang sahabatnya – Sulaik al-Ghaathafani – yang langsung duduk shalat memasuki masjid untuk mendengarkan khutbah dari lisannya. Ya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak membiarkannya duduk walaupun untuk mendengarkan khutbah dari lisannya, maka selayaknya kita memperhatikan shalat ini.

Begitu juga Jabir radhiyallahu ‘anhu, saat ia datang ke masjid untuk mengambil harga untanya yang dijualnya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau memerintahkannya untuk shalat dua rakaat. (HR. Bukhari Muslim )

Ibnu Hibban dalam Shahihnya, dari hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia pernah masuk masjid, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya padanya, “Apakah kamu sudah shalat dua rakaat?” Dia menjawab, “Belum.” Beliau bersabda, “Bangunlah, laksanakan dua rakaat!”

Maka berdasarkan dalil-dalil tersebut di atas, seluruh ulama sepakat tentang disyariatkannya shalat tahiyatul masjid (Fathul Baari: 2/407). Bahkan sebagiannya -khususnya dari madzhab Dzahiriyah- berpendapat wajib dengan berpatokan pada dzahir hadits. Sedangkan jumhur ulama berpendapat sunnah, berdasarkan beberapa hadits lain yang memalingkannya kepada anjuran. Di antaranya, hadits tentang shalat lima waktu, maka ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Apakah aku punya kewajiban selainnya?” Beliau menjawab, “Tidak, kecuali bila engkau mengerjakan yang sunnah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pengarang Shahih Fiqih Sunnah menguatkan pendapat jumhur dengan menyebutkan hadits Waqid al-Laitsi, “Bahwasanya tatkala Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sedang duduk di dalam masjid bersama jamaah, tiba-tiba datangnya tiga orang. Dua orang mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan yang satunya pergi. Kemudian keduanya berdiri di hadapan beliau. Adapun salah seorang dari keduanya melihat celah di majlis itu, maka ia duduk di tempat yang kosong itu. Sedangkan yang lainnya duduk di belakang mereka.

Setelah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam selesai dari majlisnya, beliau bersabda: “Maukah aku kabarkan tentang tiga orang tadi? Adapun seorang dari mereka, ia datang menemui Allah maka Allah datang menemuinya. Adapun yang seorang tadi, ia malu maka Allah malu kepadanya. Adapun yang seorang lagi, ia berpaling maka Allah berpaling darinya.” (Al-Bukhari)

Menurut Syaikh Abu Malik Kamal, kedua orang tersebut langsung duduk dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak memerintahkannya untuk shalat dua rakaat. Wallahu a’lam.

Sholat Jamak dan Qasar

 I.  Shalat Jamak

APengertian Shalat jamak

Yaitu mengumpulkan / menggabungkan 2 jenis shalat dalam satu waktu. Contohnya : Shalat Juhur dan Ashar dilaksanakan pada waktu juhur atau ashar.

B. Tatacara dan Ketentuan Shalat Jamak

  • Dalam perjalanan jauh ( + 80 KM ) bukan untuk maksiat atau dalam keadaan genting/ darurat
  • Dimulai dengan waktu shalat yang pertama
  • Niat menjamak shalat ( Shalat ke 1 )
  • Melaksanan shalat ke 1 ( 4 Rakaat untuk Juhur atau 3 Rakat untuk Magrib)
  • Sesudah selesai shalat ke 1,berdiri kembali untuk melaksanakan shalat ke 2 ( Ashar 4 Rakaat atau  4 Rakaat Isya
  • Niat Shalat ke 2, kemudian shalat hingga salam.
  • Berturut-turut antara shalat ke 1 dan ke 2.

C. Jenis-jenis Shalat Jamak

1. Jamak Taqdim, Yaitu menggabungkan 2 jenis shalat dalam satu waktu yang pelaksanaannya diawal waktu /  shalat pertama

  • Contoh : Menjamak Shalat juhur dan ashar dilaksanakan pada juhur dan Menjamak Shalat magrib isya dilaksanakan pada magrib
  • Contoh Lafadz Niat Shalat Jamak Taqdim Juhur dan Ashar
  •   Niat Shalat ke 1 ( Shalat Juhur )

اصلي فرض الجهر جمع تقديم مع  العصر ا ربع ركعت  الله تعالي

  • ( Usholli fardhol juhri jam’aan taqdiiman ma’al ashri arba’a rakatin lillahi ta’aalaa )
  • ( Niat Saya Shalat Fardhu Juhur beserta Asar di Jamak Taqdim 4 rakaat karena Allah Ta’aalaa )
  • Niat Shalat ke 2 ( Shalat Ashar  )

 

اصلي فرض العصر جمع تقديم الي الجهر اربع ركعت  الله تعالي

  • ( Usholli fardhol ashri jama’an taqdiiman ilal juhri arba’a rakatin lillahi ta’aalaa )
  • ( Niat Saya Shalat Fardhu asar beserta juhur di Jamak Taqdim 4 rakaat karena Allah Ta’aala )

2. Shalat Jamak Takhir

Yaitu mengabungkan 2 jenis shalat dalam satu waktu yang pelaksanaannya diakhir waktu /  shalat kedua. Contoh : Menjamak Shalat juhur dan ashar dilaksanakan pada ashar atau Menjamak Shalat magrib isya dilaksanakan pada isya

  • Contoh Lafadz Niat Shalat Jamak Takhir Juhur dan Ashar
  • Niat Shalat ke 1 ( Shalat Ashar )

اصلي فرض العصر جمع تعحر مع الجهر ا ربع ركعت  الله تعالي

  • ( Usholli fardhol asri jam’aan takhiri ma’al  juhri arba’a rakatin lillahi ta’aalaa )
  • ( Niat Saya Shalat asar beserta juhur di Jamak Takhir 4 rakaat karena Allah Ta’aalaa )
  • Niat Shalat ke 2 ( Shalat Juhur  )

 اصلي فرض الجهر جمع تعحر الي العصر اربع ركعت  الله تعالي

  • ( Usholli fardhol juhri jam’an takhiri ilal ashri arba’a rakatin lillahi ta’aalaa )
  • ( Niat Saya Shalat juhur ke asar Jamak Takhir 4 rakaat karena Allah Ta’aalaa ).
  • Atau dengan menggunakan lafadz ( baik jamak taqdim ataupun takhir ) :

اصلي فرض ….. جمع  مع …….  الله تعالي

  • ( Usholli fardho …………….. jam’an ma’a ……………… lillahi ta’aalaa )
  • ( Niat saya shalat fardu …….. dijamak beserta ……… lillahi ta’aalaa )

II .     Shalat Qasar

A. Pengertian Shalat Qasar

Yaitu Shalat yang dilakukan dengan cara meringkas jumlah rakaat shalatnya, dari 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Contohnya : Shalat Juhur atau ashar dikerjakan dengan 2 rakaat.

B. Cara Pelaksaanaan Shalat Qasar

  • Dalam perjalanan jauh ( + 80 KM ) bukan untuk maksiat atau dalam keadaan genting/ darurat
  • Shalat dilaksanakan pada waktunya ( juhur pada waktu juhur, ashar pada waktu ashar dan isya pada waktu isya )
  • Jumlah rakaat diringkas ( dari 4 menjadi 2 rakaat )
  • Contoh Lafadz Niat Shalat Juhur Yang di Qasar

اصلي فرض الجهر قصر  ركعتين  الله تعالي

  • ( Usholli fardhol juhri qasran rak’ataini lillahi ta’aalaa )
  • ( Niat Saya Shalat Fardhu Juhur di Qasar 2 rakaat karena Allah Ta’aalaa )

III.  Shalat Jamak Qasar

 A. Pengertian Shalat Jamak Qasar

Yaitu Mengumpulkan 2 jenis shalat dalam satu waktu dan jumlah rakaatnya diringkas. Contohnya : Shalat Juhur dan Ashar dilaksanakan pada waktu juhur atau ashar, yang masing masing 2 rakaat.

B. Tatacara dan Ketentuan Shalat Jamak

  • Tatacara pelaksanaannya, sama dengan shalat jamak, hanya rakaat diringkas  menjadi 2 rakaat, yaitu
  • Dalam perjalanan jauh ( + 80 KM ) bukan untuk maksiat atau dalam keadaan genting/ darurat
  • Dimulai dengan waktu shalat yang pertama
  • Niat menjamak Qasar pada waktu shalat pertama
  • Berturut-turut antara shalat ke 1 dan ke 2.
  • Contoh Lafadz Niat Shalat Jamak Qasar Taqdim Juhur dan Ashar
  •  Niat Shalat ke 1 ( Shalat Juhur )

 

اصلي فرض الجهرجمع قصر تقيم  مع العصر ركعتين الله تعالي

  • ( Usholli fardhol juhri jam’an qasran taqdiiman ma’al ashar rak’ataini  lillahi ta’aalaa )
  • (Niat Saya Shalat Fardhu Juhur jamak qasar taqdim dengan ashar 2 rakaat karena Allah Ta’aalaa )
  • Niat Shalat ke 2 ( Shalat Ashar  )

 

اصلي فرض العصر جمع قصر تقديم الي الجهر ركعتين الله تعالي

  • ( Usholli fardhol ashri jam’aan qasran taqdiman  ilal juhuri rak’ataini lillahi ta’aalaa )
  •  ( Niat Saya Shalat Fardhu asar jamak qasar taqdim ke juhur 2 rakaat karena Allah Ta’aalaa )

Atau dengan menggunakan lafadz :

  •  اصلي فرض ………… جمع قصرمع …………..ركعتين الله تعالي

  • ( Usholli fardho ……………… jam’an qasran ma’a ………….. rak’ataini lillahi ta’aalaa )
  • ( Niat Saya Shalat Fardhu …….  jamak qasar dengan …… juhur 2 rakaat karena Allah Ta’aalaa )

 

Catatan :

  1. Niat adalah Pekerjaan Hati / Dilakukan didalam hati dan boleh menggunakan bahasa Indonesia.
  2. Islam adalah agama yang tidak menyulitkan dan janganlah dipersulit
  3. Lafadz niat diatas hanya sebatas contoh bukan suatu keharusan. Wallahuaklam.

Senin, 04 Desember 2023

Ibadah Sholat

 

A. Pengertian Shalat

Secara bahasa shalat berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti, doa. Sedangkan, menurut istilah, shalat bermakna serangkaian kegiatan ibadah dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, yang diikuti dengan gerakan dan bacaan tertentu.

B. Hukum Melaksanakan Shalat

Fardu Ain : ialah kewajiban yang diwajibkan kepada mukallaf langsung berkaitan dengan dirinya dan tidak boleh ditinggalkan ataupun dilaksanakan oleh orang lain,

Firman Allah SWT :

فَإِذَا قَضَيۡتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذۡڪُرُواْ ٱللَّهَ قِيَـٰمً۬ا وَقُعُودً۬ا وَعَلَىٰ جُنُوبِڪُمۡ‌ۚ فَإِذَا ٱطۡمَأۡنَنتُمۡ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ‌ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتۡ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ كِتَـٰبً۬ا مَّوۡقُوتً۬ا 

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. kemudian apabila kamu telah merasa aman, Maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” (Q.S. An Nisa ayat 103 )

Dalam hadis, Nabi Muhammad SAW telah memberikan peringatan keras kepada orang yang suka meninggalkan shalat, diantaranya ia bersabda: “Perjanjian yang memisahkan kita dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkan shalat, maka berarti dia telah kafir. Orang yang meninggalkan shalat maka pada hari kiamat akan disandingkan bersama dengan orang-orang laknat, berdasarkan hadis berikut ini: “Barangsiapa yang menjaga shalat maka ia menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari kiamat dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti dan keselamatan dan pada hari kiamat ia akan bersama QarunFir’aunHaman dan Ubay bin Khalaf.

C. Syarat Sah Shalat

Yaitu syarat atau ketentuan yang harus dilakukan sebelum ataupun pada waktu pelaksanaan shalat. Apabila syarat ini tidak dipenuhi maka kedudukan shalatnya tidak syah ( batal ). Yang termasuk syarat syah shalat adalah :

  1. Suci badan, pakaian, tempat dari hadats dan najis
  2. Menutup aurat dan menghadap kiblat
  3. Telah masuk waktu shalat

D. Syarat Wajib Shalat

Yaitu ketentuan atau syarat orang yang wajib untuk melaksanakan shalat. Syarat wajib shalat :

  1. Islam, orang diluar islam tidak wajib shalat dikarenakan berbeda keyakinannya.
  2. Baligh, cukup umur dan sudah dapat membedakan baik / buruk. Baik wanita ditandai haid
  3. Berakal sehat, oranng gila tidak ada kewajiban melaksanakan shalat
  4. Telah sampai ajaran shalat kepadanya

E. Rukun Salat :

Rukun adalah sesuatu yang harus dilaksanakan dalam shalat, apabila salah satunya ditinggalkan maka shalatnya tidak sah ( harus diulang ) . Rukun shalat ada 13 :

  1. Niat
  2. Berdiri (bagi yang mampu)
  3. Takbiratul ihram
  4. Membaca suratAl Fatihah pada tiap rakaat
  5. Rukuk dengan tuma’ninah
  6. Iktidal dengan tuma’ninah
  7. Sujud dua kali dengan tuma’ninah
  8. Duduk antara dua sujud dengan tuma’ninah
  9. Duduk tasyahud akhir
  10. Membaca tasyahud akhir
  11. Membaca salawat nabi pada tasyahud akhir
  12. Membaca salam yang pertama
  13. Tertib (melakukan rukun secara berurutan)

F. Sunnah Shalat , antara lain :

  1. Mengangkat tangan ketika takbiratul ikhram
  2. Meletakan tangan kanan diatas tangan yang kiri (bersedekap)
  3. Memandang ketempat sujud
  4. Membaca doa iftitah
  5. Membaca taawudz sebelum membaca Surat Al Fatihah
  6. Membaca amin sesudah selesai Surat Al Fatihah
  7. Membaca surat atau ayat Al Quran setelah Surat Al fatihah
  8. Membaca Allahu Akbar ketika pindah ke rukun berikutnya
  9. Membaca samialllahu liman hamidah ketika bangkit dari ruku
  10. Membaca tasbih takkala rukuk dan sujud
  11. Membaca doa ketika duduk diantara dua sujud
  12. Meletakan ke 2 tangan diatas paha takkala tasyahud awal dan akhir
  13. Duduk iftirasy (duduk diatas mata kaki kiri, telapak kaki kanan ditegakan)
  14. Duduk Tawaruk ( duduk tahiyat akhir, duduk dengan telapak kaki kiri dikeluarkan ke sebelah bawah telapak kakik kanan
  15. Membaca doa sesudah tasyahud akhir
  16. Membaca salam yang ke dua
  17. Menoleh ke kanan pada salam salam pertama dan kekiri pada salam ke dua

G. Bacaan dalam shalat

  1. Doa Iftitah

    أللَّ‍هُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً

    وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ اْلمُشْرِكِيْنَ.

    إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ،

    لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ.

    atau membaca

    اللَّهُمَّ باعِد بَيْني وبَيْنَ خَطايايَ كما بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ،

    اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ الخَطايا كما يُنَقّى الثَّوْبُ الأبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ،

    اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطايايَ بالمَاءِ والثَّلْجِ وَالبَرَدِ‏.‏

  2. Al Fatihah

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ

    أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

  3. Ruku

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

  4. Bangun dari ruku

    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ اَللّٰهُمَّ! رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ. مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ اْلأَرْضِ. وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

  5. Sujud

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْا عَلْيْ وَبِحَمْدِهِ

  6. Duduk diantara 2 sujud

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَافَعْنِي

  7. Tahiyat awal dan akhir Tasyahud

    التَّحِيَّاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ الِلَّهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ.

  8. Doa setelah Tasyahud Akhir Sebelum Salam

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.

    “Ya Allah, Sesungguhnya aku ber-lindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.”

    atau membaca

    اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

    “Ya Allah! Berilah pertolongan kepadaku untuk menyebut namaMu, syukur kepadaMu dan ibadah yang baik untukMu.”

H. Yang membatalkan Shalat , antara lain :

  1. Meningalkan salah satu rukun shalat dengan sengaja
  2. Meningalkan salah satu syarat syah shalat
  3. Berkata kata dengan sengaja
  4. Makan dan minum
  5. Berhadas kecil / besar
  6. Terbuka aurat

I. Fungsi Shalat , antara lain :

  1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT / Beribadah
  2. Menemtramkan hati manusia
  3. Melatih sikap kedisiplinan dan kesabaran
  4. Mencegah dari perbuatan keji dan munkar

Jumat, 01 Desember 2023

Penyebab Doa Tidak Terkabul

 

doaSetiap kita tentunya, sering berdoa kepada Allah. Kita memohon kepada-Nya agar hajat dan keinginan kita Ia kabulkan. Ketika kita benar-benar butuh, tidak jarang kita berdoa sambil mengiba kepada Allah. Namun barangkali tidak jarang kita merasa doa kita tidak dikabulkan, atau setidak-tidaknya tidak segera dikabulkan. Dan ketika seseorang merasa doanya tidak kunjung dikabulkan, maka ia pun tidak lagi berdoa dan tidak punya harapan bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah. Padahal sikap seperti ini dilarang oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Banyak orang yang berdoa kepada Allah tetapi belum dikabulkan di dunia oleh karena itu agar doa kita segera terkabul hendaknya kita mengetahui hal-hal yang dapat menyebabkan do’a kita tidak dikabulkan oleh Allah, yaitu antara lain :

  • Hati lalai dan tidak yakin atas doanya

Rasulullah saw bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka janganlah ia mengatakan, Ya Allah, berilah ampunan kepadaku jika engkau menghendakinya.” Namun hendaknya meneguhkan hati (akan apa yang dimintanya) ” H.R Bukhari Muslim. Pada riwayat lain beliau bersabda : “Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa (yang keluar) dari hati orang yang lalai dan main-main” (H.R Tirmidzi)

Yakin bahwa doa akan dikabulkan adalah syarat untuk terkabulnya doa. Oleh karena itu, jangan ada di antara kita yang memohon kepada Allah Taala sementara masih ada keraguan terkabulnya doa-doa yang ia panjatkan. Dengan kata lain, seorang muslim tidak selayaknya bermain main dalam doanya namun ia harus mampu mengutarakannya dengan penuh khusyu. Salah seorang Tabiin pernah berkata, “Sesungguhnya aku mengetahui kapan doaku akan dikabulkan.” Orang-orang yang berada di sekitarnya bertanya. Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Tabiin itu menjawab, yaitu ketika hatiku khusyu’, anggota-anggota badanku juga khusyu’ dan mataku pun mengeluarkan air mata. Maka pada saat itu aku akan berkata, Doa ini akan dikabulkan”.

  • Makan, minum, dan berpakaian didapatkan dari yang haram.

Makan, minum dan pakaian haram meruapakan salah satu penyebab doa tidak terkabul. Rasulullah saw. Menceritakan tentang, seorang lelaki yang kotor dan berdebu, (yang berada dalam) sebuah perjalanan yang jauh, mengangkat kedua tangannya ke langit dan berkata, “Ya Tuhanku…, Ya Tuhanku…. Namun, perutnya (dipenuhi minuman) yang haram, tempat makannya (dipenuhi makanan) yang haram, pakaiannya berasal dari (pakaian) yang haram, dan ia mengkonsumsi haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan”. (H.R Abu Daud, Nasa’i dan Ahmad)

Dalam riwayat lain, Beliau menyebutkan ada seseorang yang letih dalam perjalanannya, rambutnya berantakan, dan kakinya berpasir, seraya dia menengadahkan kedua tanganya ke langit dan berkata, “Wahai Rabbku, wahai Rabbku.” Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia diberi makan dari yang haram, maka bagaimana mungkin do’anya akan dikabulkan. (HR. Muslim no. 1015)

Dari Abu Hurairah r.a., dia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah Ta’ala memerintahkan kaum mukminin dengan perintah yang juga Dia tujukan kepada para rasul, ‘Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ (QS. Al-Mukminun: 51)

  • Tidak sabar dan terburu-buru doa ingin segera dikabulkan.

Hadist riwayat Abu Hurairah r.a.: bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Akan dikabulkan doa seseorang di antara kamu sekalian selama dia tidak terburu-buru berkata: ‘Aku sudah berdoa, tetapi do’aku tidak atau belum dikabulkan.’” (Shahih Muslim No.4916)

“Tiada seorang berdo’a kepada Allah dengan suatu do’a, kecuali dikabulkan-Nya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa.” (HR. Ath-Thabrani)

  • Bermaksiat, meninggalkan kewajiban, dan membiarkan suatu kejahatan.

“Hendaknya kalian memerintahkan yang ma’ruf dan melarang yang mungkar, atau Allah akan mengirimkan siksaNya kepada kalian, lalu kalian berdoa kepada-Nya, tetapi tidak dikabulkan.” (HR. At-Tirmidzi).

  • Tidak mau menolong orang yang sedang kesempitan (kesusahan).

“Barangsiapa ingin agar do’anya terkabul dan kesulitan-kesulitannya teratasi hendaklah dia menolong orang yang dalam kesempitan.” (HR. Ahmad)

  • Lupa memuji Allah dan membaca Sholawat Nabi sebelum berdoa.

“Jika salah seorang di antara kamu berdoa, hendaknya memulai dengan memuji dan menyanjung Tuhannya, dan bershalawat kepada Nabi, kemudian berdoa apa yang dia kehendaki.” (H.r. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ahmad).

Dari Ali r.a. ia berkata, “Setiap do’a terhalang, sehingga diucapkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad.” (H.r. Ath-Thabrani)

  • Lupa mendoakan saudara muslim yang lainnya.

Imam Muslim meriwayatkan dari Ummu Darda r.ha., bahwasannya Rasulullah saw. bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata : aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan.” (Kitab Shahih Muslim no. 2733)

Dari Syaqiq Al Balkhi berkata : “Suatu hari Ibrahim Bin Adham (Abu Ishaq) berjalan di pasar basrah lalu ia dikelilingi oleh orang ramai dan mereka bertanya kepadanya : “Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan.?” Bukankah Allah SWT telah berfirman : “Mintalah olehmu sekelian kepada Ku niscaya Aku kabulkan”. Dan kami telah satu tahun berdoa dan doa kami belum dikabulkan !”. Ibrahim bin Adham menjawab : “Bagaimana Allah hendak mengkabulkan doa kamu sedangkan hati kamu tertutup oleh 10 perkara”.

  1. Engkau mengenali Allah, tetapi tidak menunaikan hak-Nya
  2. Engkau membaca kitab Allah, tetapi tidak mau mempraktikkan isinya
  3. Engkau mengaku bermusuhan dengan iblis, tetapi mengikuti tuntunanya
  4. Engkau mengaku cinta Rasul, tetapi meninggalkan tingkah laku dan sunnah beliau
  5. Engkau mengaku senang surga, tetapitidak berbuat menuju kepadanya
  6. Engkau mengaku takut neraka, tetapi tidak mengakhiri perbuatan dosa
  7. Engkau mengakui kematian itu hak, tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya
  8. Engkau asyik meneliti aib-aib orang lain, tetapi melupakan aib-aib dirimu sendiri
  9. Engkau makan rezeki Allah, tetapi tidak bersyukur pada-Nya
  10. Engkau menguburkan orang-orang, tetapi tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu.

Berdasakan paparan diatas, hendaknya kita berusaha menghindari hal tersebut. Selain itu agar doa kita terkabul, hendaknya kita memperhatikan adab adab dalam berdoa. Untuk penjelasannya, sahabat bisa baca adab-adab berdoa disini. Wallahu a’lam

Kamis, 16 November 2023

PEDULI PALESTINA 2023


Dalam rangka menumbuhkan kembangkan sikap rasa kemanusiaan dan kepedulian siswa terhadap sesama dan, SMP Negeri 25 Depok telah mengadakan kegiatan 'Aksi Peduli Palestina". Kegiatan ini meliputi : 

  1. Penggalangan dana kemanusiaan palestina
  2. Doa dan Dzikir bersama 
  3. Orasi Kemanusian 

Penggalangan dana untuk warga Palestina yang dilakukan Siswa/i di SMP Negeri 25 Depok dilakukan sebelum siswa masuk kelas. Sifat dari penggalangan dana ini sifatnya sukarela. Dimana siswa/I termasuk dewan guru, staf TU dan karyawan bersatu padu menghimpun dana melalui “ Infak Palestina” Penggalangan dana ini sebagai bentuk kepedulian siswa terhadap warga Palestina dampak perang berkepanjangan Israel-Palestina. Selain dilaksanakan atas dasar kemanusiaan, kegiatan ini diharapkan dapat menambah rasa empati sesama muslim untuk saling membantu terutama bagi korban warga Palestina korban perang. Alhamdulillah dana yang terkumpul mencapai Rp. 13.025.000. Sebagaimana yang dilaporkan oleh Bu Neneng dan Bapak Tatang sebagai Koordinator Peduli Palestina SMPN 25 Depok.

Selain penggalangan, para siswa dan dewan guru juga menggelar zikir dan doa bersama di Mushola dan halaman SMPN 25 Depok. Kegiatan keagamaan  berupa sholat dhuha yang dilanjutkan zikir dan doa bersama ini meruapakan salah satu program kesiswaan dan kurikulum dalam rangka menumbuhkembangkan ajaran Islam dikalangan siswa/i.

Setelah kegiatan ini, dilanjutkan dengan kegiatan Orasi Peduli Palestina yang dipersembahkan oleh OSIS SMPN 25 Depok. Acara yang cukup hikmat ini diiringi dengan pembacaan salawat dan puisi seputar kepedulian terhadap warga Palestina.

Berikut ini tampilan beberapa foto kegiatan seputar Peduli Palestina di SMPN 25 Depok :

Sabtu, 04 November 2023

PERANGKAT KBM PAI KURIKULUM MERDEKA


Menu Perangkat Ajar pada platform Merdeka Mengajar berisi kumpulan perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka yang dapat digunakan pendidik untuk mencari referensi atau inspirasi materi pengajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didiknya. Perangkat ajar bisa berupa bahan ajar, modul ajar/RPP+, modul projek, atau buku teks.

Melalui Perangkat Ajar, Anda dapat dengan mudah menemukan inspirasi materi pengajaran sesuai dengan mata pelajaran dan fase di mana Anda mengajar. Setiap perangkat ajar juga dilengkapi dengan alur dan capaian pembelajaran yang memudahkan Anda dalam menavigasi proses pembelajaran yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.

A. Pengertian Modul Ajar

Modul ajar adalah dokumen yang berisi tujuan, langkah, dan media pembelajaran, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit/topik berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Modul ajar serupa dengan RPP ataulesson plan yang memuat rencana pembelajaran di kelas. Namun, pada modul ajar terdapat komponen yang lebih lengkap dibanding RPP sehingga disebut RPP Plus.

Modul ajar dapat membantu pendidik dalam: 

  1. Memandu pendidik melaksanakan pembelajaran
  2. Mempermudah, memperlancar, dan meningkatkan kualitas pembelajaran;
  3. Menjadi rujukan bagi pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran; 
  4. Menjadi kerangka kerja yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran sesuai capaian pembelajaran.
  5. Mendukung pencapaian kompetensi dalam Capaian Pembelajaran dan Profil Pelajar Pancasila pada setiap tahap perkembangan pada suatu mata pelajaran.

Acuan Modul AjarCapaian Pembelajaran pada fase yang sesuai, yang dijabarkan dalamAlur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Pengampu Wali kelas dan pendidik mata pelajaran.

B. Pengertian Bahan Ajar

Bahan ajar merupakan materi pembelajaran untuk membahas satu pokok bahasan, dapat berupa cetak (artikel, komik, infografis) maupun noncetak (audio dan video). Bahan ajar diharapkan dapat membantu pemahaman yang lebih komprehensif untuk suatu topik bahasan pada suatu mata pelajaran.

Dalam Platform Merdeka Mengajar, Bahan Ajar juga dapat dikatakan sebagai material pendukung dari Modul Ajar yang didasarkan pada capaian dan tujuan pembelajaran spesifik.

Jenis bahan ajar bisa berupa:

  1. Referensi materi:Perangkat yang dirancang untuk membantu dalam penjelasan materi atau topik secara spesifik.
  2. Latihan/asesmen:Perangkat yang dirancang untuk membantu asesmen siswa, baik asesmen diagnostik, formatif, maupun sumatif. 
  3. Instrumen Refleksi: Alat bantu untuk refleksi pendidik dan siswa setelah pembelajaran.

Acuan Bahan Ajar Tujuan Pembelajaran.

Pengampu Wali kelas dan pendidik mata pelajaran.

Contoh bahan ajar:

  1. Buku Didik
  2. Buku Pendidik
  3. Video

RPP Deep Learning atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam adalah rancangan pembelajaran yang bertujuan agar siswa tidak hanya menghaf...