Minggu, 01 Oktober 2023

Jujur dan Menepati Janji

 A. JUJUR

Jujur adalah suatu sikap yang mencerminkan adanya kesesuaian antara hati, perkataan dan perbuatan. Apa yang diniatkan oleh hati, diucapkan oleh lisan/mulut dan ditampilkan dalam perbuatan memang itulah yang sesungguhnya terjadi dan sebenarnya. Kejujuran sangat erat kaitannya dengan hati nurani. Hati nurani senantiasa mengajak manusia kepada kebaikan dan kejujuran. Namun terkadang kita enggan mengikuti hati nurani dikarenakan kita lebih mengikuti keinginan hawa nafsu. Kejujuran dapat membawa kebenaran, kebenaran dapat mengantarkan seseorang ke surganya Allah SWT.
Sabda Nabi Muhammad SAW :jujur 1

  • “Dari Abdullah ibn Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa kesurga…” (H.R.Bukhari).

Lawan sifat jujur adalah dusta atau bohong. Dusta adalah sikap yang tidak mencerminkan kesesuaian antara hati, ucapan dan perbuatan. Rasulullah SAW adalah orang yang jujur dan terpercaya, sehingga beliau mendapat gelar al-amin (dapatdipercaya) dari bangsa Quraisy. Kejujuran berbuah kepercayaan, sebaliknya dusta menjadikan orang lain tidak percaya. Jujur membuat hati kita tenang, sedangkan berbohongmembuat hati jadi was-was. Kejujuran merupakan salah satu dari akhlak yang terpuji ( akhlakul karimah / Mahmudah ). Seharusnya sifat jujur juga menjadi identitas seorang muslim.Katakan bahwa yang benar itu adalah benar dan yang salah itu salah. Jangan dicampur adukkan antara yang hak dan yang batil. Allah Swt. Berfirman :
jujur 2

  • Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya”.( Q.S. Surah al-Baqarah/2:42)

Hikmah atau manfaat dari perilaku jujur adalah:

  1. mendapatkan kepercayaan dari orang lain
  2. mendapatkan banyak teman
  3. mendapatkan ketentraman hidup

B. Menepati Janji

Janji adalah ucapan seseorang kepada orang lain yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat sesuatu. Menepati janji merupakan salah satu sifat terpuji atau akhlakul mahmudah yang harus dimiliki setiap muslim. Hukum menepati janji adalah wajib.Janji adalah hutang, sesuatu yang harus dilaksanakan atau ditepati. Hutang akan diminta pertanggungjawabannya sampai di akhirat. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, jangan mudah mengobral janji. Sebaliknya, apabila berjanji ucapkanlah Insya Allah (jika Allah menghendaki). Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa akan datang. Manusia hanya merencanakan dan berusaha, sedangkan hasilnya ada di tangan Allah SWT. Jika seseorang tidak dapat menepati janji karena lupa atau karena alasan tertentu yang tidak disengaja, asalkan mengucap Insya Allah, Allah SWT akan memaafkannya. Meski demikian, tetap harus meminta maaf dan memberi penjelasan kepada orang tersebut.

Lawan menepati janji adalah ingkar. Menurut Hadits nabi Muhammad SAW, riwayat Bukhari dan Muslim, seseorang yang ingkar janji dikategorikan sebagai oran munafik. Dalam sejarah hidup Rasulullah SAW, beliau tidak pernah mengingkari janji. Beliau selalu menepati janji kepada siapapun. Sudah seharusnya umat Islam meneladani Rasulullah SAW dalam hal menepati janji. Ingkar janji termasuk dosa besar yang harus dijauhi. Sifat ini akan menimbulkan berbagai kerugian tali silaturahmi dengan orang lain bisa terputus, bisa saling bermusuhan sampai  terjadi pertengkaran dan perkelahian.

Firman Alloh SWT :

  • Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih           ( Q.S. Ali Imran ayat 77)

Hikmah menepati janji diantaranya

  1. kita akan mendapat kepercayaan dari orang lain
  2. akan terjalin hubungan silaturahmi yang harmonis dengan orang lain.
  3. merupakan wujud dari memuliakan, menghormati dan menghargai sesama manusia.

TUGAS

Jujur. Amanah dan Istiqomah

 

JUJUR, AMANAH DAN ISTIQAMAH

A. JUJUR
Jujur adalah suatu sikap yang mencerminkan adanya kesesuaian antara hati, perkataan dan perbuatan. Apa yang diniatkan oleh hati, diucapkan oleh lisan/mulut dan ditampilkan dalam perbuatan memang itulah yang sesungguhnya terjadi dan sebenarnya. Kejujuran sangat erat kaitannya dengan hati nurani. Hati nurani senantiasa mengajak manusia kepada kebaikan dan kejujuran. Namun terkadang kita enggan mengikuti hati nurani dikarenakan kita lebih mengikuti keinginan hawa nafsu. Kejujuran dapat membawa kebenaran, kebenaran dapat mengantarkan seseorang ke surganya Allah SWT.
Sabda Nabi Muhammad SAW :jujur 1

  • “Dari Abdullah ibn Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa kesurga…” (H.R.Bukhari).

Lawan sifat jujur adalah dusta atau bohong. Dusta adalah sikap yang tidak mencerminkan kesesuaian antara hati, ucapan dan perbuatan. Rasulullah SAW adalah orang yang jujur dan terpercaya, sehingga beliau mendapat gelar al-amin (dapatdipercaya) dari bangsa Quraisy. Kejujuran berbuah kepercayaan, sebaliknya dusta menjadikan orang lain tidak percaya. Jujur membuat hati kita tenang, sedangkan berbohongmembuat hati jadi was-was. Kejujuran merupakan salah satu dari akhlak yang terpuji ( akhlakul karimah / Mahmudah ). Seharusnya sifat jujur juga menjadi identitas seorang muslim.Katakan bahwa yang benar itu adalah benar dan yang salah itu salah. Jangan dicampur adukkan antara yang hak dan yang batil. Allah Swt. Berfirman :
jujur 2

  • Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya”.( Q.S. Surah al-Baqarah/2:42)

Hikmah atau manfaat dari perilaku jujur adalah:

  1. mendapatkan kepercayaan dari orang lain
  2. mendapatkan banyak teman
  3. mendapatkan ketentraman hidup

B. AMANAH
Amanah artinya terpercaya (dapat dipercaya). Maksudnya sifat yang mencerminkan kemampuan sesorang menerima, menyampaikan dan menjaga segala sesuatu yang telah disampaikan orang lain kepadanya. Amanah dapat berupa pesan , ucapan, perbuatan ,harta, tugas atau tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Dengan demikian orang yang dapat menjaga amanah biasanya disebut orang yang bertanggung jawab. Sebaliknya, orang yang tidak menjaga amanah disebut orang khianat / itdak bertanggung jawab.
amanah 1

  •  “Dari Ibnu Umar, Rasulullah saw. bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban perihal rakyat yang dipimpinnya…”(H.R.BukhariMuslim)

Jenis-jenis amanah dibedakan menjadi tiga macam,yaitu:

1. Amanah terhadap Allah Swt. Amanah ini berupa ketaatan akan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah Swt. berfirman:
amanah 2

  • ”Wahai orang-orang yang beriman ,janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”.( Q.S. Al-Anfa:27)

2. Amanah terhadap sesama manusia. Amanah ini meliputi hak-hak antar sesama manusia. Misalnya ketika dititipi pesan atau barang,

amanah 3

  • “Sesungguhnya Allah Swt menyuruh kamu untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya…”.( Q.S. An Nisa:58)

3. Amanah terhadap diri sendiri. Amanah ini dijalani dengan memelihara dan menggunakan segenap kemampuannya demi menjaga kelangsungan hidup, kesejahteraan, dan kebahagiaan diri. Allah Swt.berfirman:
amanah 4

  • “Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya” ( Q.S. Al-Mu’minun:8 )

Hikmah Perilaku Amanah

  1. Dipercaya oranglain,ini merupakan modal yang sangat berharga dalam menjalin hubungan atau berinteraksi antara sesame manusia.
  2. Mendapatkan simpati dari semua pihak, baik kawan maupun lawan.
  3. Hidupnya akan sukses dan dimudahkan oleh Allah Swt.

C. ISTIQOMAH

Istiqomah berarti sikap kukuh pada pendirian dan konsekuen dalam tindakan. Dalam makna yang luas, istiqomah adalah sikap teguh dalam melakukan suatu kebaikan, membela dan mempertahankan keimanan dan keislaman, walaupun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan.

Sesungguhnya orang-orang yang berkata Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqmah, tidak ada rasa khawatir padamereka,dan mereka tidak (pula) bersedih hati”.
(Q.S. Al-Ahqaf :13)

Ayat diatas menjelaskan sikap orang-orang istiq±mah,yaitu menepati dan mengikuti garis-garis yang telah ditentukan oleh agama,menjalankan semua perintahAllah Swt. dan meninggalkansemua larangan-Nya. Orang yang semacam itu tidak perlu khawatir terhadap diri mereka di hari kiamat karena AllahSwt.menjamin keselamatan mereka.

Di antara hikmah perilaku Istiqomah adalah sebagai berikut.

  1. Orang yang Istiqomah akan dijauhkan oleh AllahSwt dari rasa takut dan sedih sehingga dapat mengatasi rasa sedih yang menimpanya, tidak hanyut dibawa kesedihan dan tidak gentar dalam menghadapi kehidupan masa yang akan datang.
  2. Orang yang Istiqomah akan mendapatkan kesuksesan dalam kehidupan didunia karena ia tekun dan ulet.
  3. Orang yang Istiqomah dan selalu sabar serta mendirikan ¡ala takan selalu dilindungi oleh Allah Swt.

Tawadhu,Taat, Qanaah dan Sabar

 A. Tawadhu

1. Pengertian Tawadhu

Tawadhu artinya sifat rendah hati, tidak takabur/sombong atau angkuh atas kelebihan yang telah Allah SWT berikan kepadanyaFirman Allah SWT :

وَعِبَادُ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلَّذِينَ يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنً۬ا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَـٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَـٰمً۬ا

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.  ( Q.S. Al Furqan ayat 63 )

 2. Contoh Tawadhu

  1. Senantiasa bersikap sabar didalam pergaulan
  2. Tidak suka menonjolkan diri ( takabur/sombong )
  3. Senantiasa menghargai dan menghormati orang lain

 B. Taat

1. Pengertian Taat

Taat artinya patuh, tunduk terhadap perintah Alah SWT. Yang diwujudkan dalam bentuk menjalankan perintah-Nya menjauhi larangan-Nya. Selaian kepada Allah SWT, manusia juga diharuskan taa kepada para rasul dan Ulil Amri ( Para Pemimpin ). Firman Allah SWT

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَأُوْلِى ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡ‌ۖ فَإِن تَنَـٰزَعۡتُمۡ فِى شَىۡءٍ۬ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ‌ۚ ذَٲلِكَ خَيۡرٌ۬ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلاً

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya  “.. (Q.S. An Nisa ayat 59 )

 2. Contoh Taat

  1. Senantiasa menjalankan perintah dan menjauhi larangan  Allah SWT
  2. Senantiasa berbuat kebaikan kepada sesama 
  3. Senatiasa ikhlas dan sabar dalam beribadah kepada Nya

 

C. Qanaah

1. Pengertian Qanaah

Menurut Bahasa Qanaah artinya merasa puas, rela Sedangkan menurut istilah Qanah artinya Sikap merasa cukup apa yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada kita. Firman Allah SWT

مَا مِن دَآبَّةٍ۬ فِى ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَا‌ۚ كُلٌّ۬ فِى ڪِتَـٰبٍ۬ مُّبِينٍ۬ 

 “ Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh) “      ( Q.S.Hud ayat 6 )

 2. Contoh Qanaah

  1. Senantiasa bersyukur kepada Allah SWT
  2. Hidup sederhana dan mau berinfak  dijalan Allah SWT
  3. Tidak putus asa / cemas dalam menghadapi masalah

D. Sabar

1. Pengertian Sabar

Sabar artinya mampu menahan diri dari segala sesuatu yang tidak menyenangkan / disukai dengan mengharap ridha Allah SWT .

Firman Allah SWT :

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ( Q.S. Al Baqarah ayat 153 )

2. Jenis jenis Sabar

  1. Sabar dalam menjalankan perintah Allah SWT / Taqwa 
  2. Sabar dalam menghadapi penderitaan / musibah
  3. Sabar dalam menahan hawa nafsu / Marah

 E. Fungsi dan Peranan Tawaduk, Taat, Qanaah, Sabar dalam Kehidupan

  1. Dalam rangka mendekatkan diri/ ibadah kepada Allah SWT 
  2. Memperoleh ketenangan hidup dunia akhirat 
  3. Terhindar dari sifat tercela seperti sombong, dengki dan putus asa
  4. Terciptanya  kehidupan yang harmonis didalam bermasyarakat

Sabtu, 30 September 2023

HUKUM AL SYAMSYIAH AL QOMARIYAH

 A.    Pengertian Al syamsiyah

  1. Al” Syamsiyah adalah “Al” atau alif lam yang dirangkai dengan kata benda (isim) yang diawali dengan salah satu dari huruf-huruf syamsiyah. Syamsiah artinya seperti matahari
  2. Jumlah huruf syamsiyah ada 14 huruf, yaitu huruf-huruf hijaiyah selain huruf-huruf qamariyah (seperti di bawah), yakni ط ث ص ر ت ض ذ ن د س ظ ز ش ل.
  3. Cara membaca “Al” Syamsiyah adalah dengan memasukkan (mengidghamkan) “Al” (lam sukun) ke huruf-huruf syamsiyah sehingga bacaan lam sukunnya hilang dan lebur ke dalam huruf syamsiyah yang mengikutinya. Karena membacanya dengan diidghamkan, maka hukum bacaan “Al” Syamsiyah sering juga disebut dengan Idgham Syamsiyah ( إِدْغَامْ شَمْسِيَّةْ )

contoh bacaan Al Syamsyiah

 No.    Tertulis

    Dibaca

    Keterangan
 1.

اَلطَّآمَّةُ

اَطْ طَاآمَّةُ

اَلْ

 

ط

 2.

اَلثَّاقِبُ

اَثْ ثَاقِبُ

اَلْ

 

ث

 3.

اَلصَّبُوْرُ

اَصْ صَبُوْرُ

اَلْ

ص

 4.

اَلرَّحِيْمُ

اَرْ رَحِيْمُ

اَلْ

 

ر

 5.

اَلتَّوَّابُ

اَتْ تَوَّابُ

اَلْ 

ت

 6.

اَلضُّحىٰ

اَضْ ضُحىٰ

اَلْ 

ض

 7.

اَلذِّكْرُ

اَذْ ذِكْرُ

اَلْ 

ذ

 8.

اَلنَّعِيْمُ

اَنْ نَعِيْمُ

اَلْ 

ن

 9.

اَلدَّاعِىْ

اَدْ دَاعِىْ

اَلْ 

د

10.

اَلسَّمِيْعُ

اَسْ سَمِيْعُ

اَلْ 

س

11.

اَلظِّلُّ

اَظْ ظِلُّ

اَلْ 

ظ

12.

اَلزُّوْرُ

اَزْ زُوْرُ

اَلْ 

ز

13.

اَلشَّكُوْرُ

اَشْ شَكُوْرُ

اَلْ 

ش

14.

اَللَّيْلُ

اَلْ لَيْلُ

اَلْ 

ل

 

 B. Pengertian Al Qamariyah

  1. Al” Qamariyah adalah “Al” yang dirangkai  dengan kata benda (isim) yang diawali dengan salah satu dari huruf-huruf qamariyah. Qamariyah artinya seperti Bulan
  2. Jumlah huruf qamariyah ada 14 huruf, seperti terangkum dalam rangkaian huruf atau kalimat: yaitu huruf-huruf ( ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ي م ه ).
  3. Cara membaca “Al” Qamariyah harus jelas (izhhar), yakni tetap kelihatan bacan lam sukunnya. Karena itulah hukum bacaan “Al” Qamariyah sering disebut dengan Izhhar Qamariyah (إِظْهَارْ قَمَرِيَّةْ).

Contoh-contoh bacaan “Al” Qamariyah .

No.TertulisDibacaKeterangan
 1.

اَْلاَحَدُ

اَلْ اَحَدُ

اَلْ

أ

 2.

اَْلبَصِيْرُ

اَلْ بَصِيْرُ

اَلْ

ب

 3.

اَْلغَفُوْرُ

اَلْ غَفُوْرُ

اَلْ

غ

 4.

اَْلحَلِيْمُ

اَلْ حَلِيْمُ

اَلْ

ح

 5.

اَْلجَحِيْمُ

اَلْ جَحِيْمُ

اَلْ

ج

 6.

اَْلكَرِيْمُ

اَلْ كَرِيْمُ

اَلْ

ك

 7.

اَْلوَدُوْدُ

اَلْ وَدُوْدُ

اَلْ

و

 8.

اَْلخَبِيْرُ

اَلْ خَبِيْرُ

اَلْ

خ

 9.

اَْلفَتَّاحُ

اَلْ فَتَّاحُ

اَلْ

ف

10.

اَْلعَلِيْمُ

اَلْ عَلِيْمُ

اَلْ

ع

11.

اَْلقَدِيْرُ

اَلْ قَدِيْرُ

اَلْ

ق

12.

اَْليَوْمُ

اَلْ يَوْمُ

اَلْ

ي

13.

اَْلمُؤْمِنُ

اَلْ مُؤْمِنُ

اَلْ

م

14.

اَْلهَادِىْ

اَلْ هَادِىْ

اَلْ

ه

Perbedaan Alif Lam Syamsiah dan Alif Lam Qomariah

 

 NoAlif Lam Syamsiah Alif Lam Qomariyah
1Pada alif Lam syamsiah terdapat tanda tasyidَّPada alif lam Qomariyah terdapat tanda sukun / mati ْ
2Huruf اَلْ pada Alif lam Syamsiah tdk dibaca al melainkan lebur kedalam huruf didepanyaHuruf l اَلْ pada Al Qomariyah dibaca al  ( jelas al nya )
3Didepan Huruf اَلْ terdapat huruf syamsiahDidepan Huruf اَلْ terdapat huruf al qomariyah
4 Hurufnya ada 14 yaitu ط ث ص ر ت ض ذ ن د س ظ ز ش ل Hurufnya ada 14 yaitu ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ي م ه

Untuk ringkasan materinya, bisa melihat    disini !   Semoga bermanfaat.

Senin, 04 September 2023

Sholat Jenazah

 A. Keutamaan Menshalatkan Jenazah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah yang mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam:

“Barangsiapa yang menghadiri jenazah, hingga jenazah itu dishalatkan , maka ia mendapat pahala satu qirath. Dan barangsiapa yang menghadiri jenazah hingga dikuburkan, maka ia mendapat dua qirath. Ada yang bertanya: “Seperti apa dua qirath itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Seperti dua gunung yang besar.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

B. Hukum shalat jenazah

Hukum melaksanakan shalat  jenazah adalah fardhu kifayah, yaitu apabila sudah ada sebagian dari kaum muslimin yang mengerjakannya, maka gugur dosa dari sebagian kaum muslimin yang lainnya. Jadi bagi sebagian kaum muslimin yang lain mengerjakannya adalah sunnah. Sedangkan apabila semuanya tidak mengerjakan, maka mereka semuanya berdosa.

C. Syarat-syaratnya:

  1. Niat
  2. Menghadap kiblat
  3. Menutup aurat
  4. Suci dari hadats dan Najis ( wudhu )

D. Tata Cara Shalat Jenazah

  1. Seorang imam atau seorang munfarid berdiri di sisi kepala jenazah laki-laki. Adapun jika jenazah itu perempuan, maka berdiri di sisi tengahnya (di sisi pusar). Sedangkan makmum berdiri di belakang imam. Dan disunnahkan untuk menjadikannya tiga shaf.
  2. Niat melaksanakan shalat jenazah Contoh niatnya: (untuk mayit laki-laki) :Ushallii alaa hadzal mayyiti arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati ma’muuman lillaahi ta’alaa.Artinya:  Aku niat shalat atas mayit ini empat takbir fardhu kifayah karena Allah.Niat (untuk mayit perempuan)Ushallii alaa haadzihil mayyiti arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.
  3. Kemudian melakukan takbiratul ihram dan setelah itu langsung membaca ta’awwudz dan membaca Q.S. Al Fatihah.
  4. Kemudian bertakbir yang kedua dan setelah itu mendoakan shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam sebagaimana shalawat yang dibaca di dalam tasyahhud (at tahiyat) di dalam shalat pada umumnya.

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

  5. Kemudian bertakbir yang ketiga, lalu membaca doa kebaikan untuk si mayit dengan doa-doa yang terdapat di dalam As Sunnah.Doa sesudah takbir ke 3 :

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ

    Allahummaghfir lahu warhamhu wa’aafihii  wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu … 

    “Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya

    Lebih sempurna lagi jika membaca doa:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ  وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ  وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّار

    Allahummaghfir lahu (lahaa) warhamhu (haa) wa’aafihii (haa) wa’fu ‘anhu (haa) wa akrim nuzulahu (haa) wawassa’madkhalahu (haa) waghsilhu (haa) bil-maa’I watstsalji wal-baradi wanaqqihi (haa) minal-khathaayaa kamaa yu-naqqatats-tsaubul-abyadhu minad-danasi waabdilhu (haa) daaran khairan min daarihi (haa) wa ahlan khairan min ahlihi (haa) wa zaujan khairan min zaujihi (haa) wa adkhilhul jannata wa a’iduhu min ‘adabil qabri wa ‘adabin nar

    “Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka.”

  6. Kemudian bertakbir yang keempat lalu mengucapkan doa :

    اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْناَ أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَناَ وَلَهُ

    Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfir lanaa wa lahu.

  7. Kemudian diam berdiri sejenak lalu mengucapkan salam seraya menoleh ke arah kanan dan kiri.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Kamis, 31 Agustus 2023

MAWAS DIRI DAN INTROSPEKSI DALAM MENJALANI KEHIDUPAN

 Iman kepada Malaikat Allah SWT

( Ringkasan Materi )

A. Pengertian Iman Kepada Malaikat

Yaitu percaya dan yakin bahwasahnya Allah SWT telah menciptakan malaikat, makhluk yang sangat taat kepada Allah, yang berasal dari nur / cahaya dan mempunyai tugas untuk melaksanakan segala perintah-Nya.Allah Swt. menciptakan dua macam makhluk di dunia ini, yaitu makhluk yang bisa dilihat dan yang tidak dapat dilihat oleh mata. Contoh makhluk yang dapat dilihat oleh mata di antaranya adalah manusia, hewan, dan tumbuhan. Sementara makhluk yang tidak dapat dilihat atau makhluk gaib antara lain malaikat, jin, dan setan. Keberadaan malaikat dapat dipahami sebagai perantara antara Allah Swt. dengan dan makhluk lainnya. Orang beriman wajib percaya terhadap adanya makhluk Allah Swt. yang gaib ini. Keyakinan seseorang terhadap adanya malaikat akan menumbuhkan sikap dan perilaku yang baik. 

B. Dalil Naqli tentang Iman Kepada Malaikat

malaikat-crop

Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. dan malaikat- malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.’  (QS. Al-Anbiya: 19-20)

C. Perbedaan malaikat, Manusia dan Syetan

Malaikat

Manusia

Syetan

Senantiasa taat kepada AllahAda yang taat dan ada yang tidakTidak taat dan membangkang kepada Allah
Berbuat kebajikan, beribadah kepada AllahAda yang beribadah dan beriman, ada juga yang kufurKufur, mengajak berbuat dosa dan melanggar perintah Allah
Diciptakan dari Nur (cahaya)Diciptakan dari tanahDiciptakan dari api
Tidak memiliki nafsu / keinginanMemiliki nafsu yang baik dan burukMemiliki nafsu yang buruk

D. Nama-nama Malaikat beserta tugas-tugasnya

Jumlah malaikat sangat banyak, hanya Allah yang mengetahui jumlahnya. Sedangkan malaikat yang wajib kita seperti yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan Hadits ada sepuluh, yaitu :

  1. Jibril, bertugas menyampaikan wahyu kepada para Nabi dan Rasul ( Q.S. An Nahl ayat 102 )
  2. Mikail, bertugas membagi rezeki kepada seluruh makhluq ( Q.S. Al Baqarah ayat 98 )
  3. Israfil, bertugas meniup sangkakala (terompet) atas perintah Allah ( Q.S. Yasin ayat 51 )
  4. Izrail, bertugas mencabut nyawa makhluq Allah ( Q.S. As Sajdah ayat 11 )
  5. Munkar, bertugas menanyakan dan memeriksa amal manusia di alam kubur
  6. Nakir, bertugas menanyakan dan memeriksa amal manusia di alam kubur
  7. Raqib, bertugas mencatat semua amal perbuatan manusia yang baik
  8. Atid, bertugas mencatat semua amal perbuatan manusia yang buruk ( Q.S. Qaf ayat 17 – 18 )
  9. Malik, bertugas menjaga neraka ( Q.S. At Tahrim ayat 6 )
  10. Ridwan, bertugas menjaga surga ( Q.S. Az Zumar ayat 73 )

E. Fungsi Iman Kepada Malaikat

  1. Malaikat adalah makhluk Allah SWT yang patuh dan taat, hal ini mendorong manusia untuk senantiasa dapat mendekatkan diri dan disipiln dalam beribadah kepada Allah SWT.
  2. Salah satu tugas malaikat adalah mengawasi segala tingkah laku manusia, hal ini mendorong manusia untuk senantiasa bersikap hati-hati dalam kehidupan.
  3. Adanya malaikat penunggu surga dan neraka, mendorong manusia untuk senantiasa meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT serta berusaha menjauhi segala larangan Allah SWT.

F. Dalil Naqli Iman Kepada Malaikat, antara lain :

  1. Q.S. Al An Aam ayat 61
  2. Q.S. Al Mu’min ayat 7
  3. Q.S. Ar Ra’d ayat 11
  4. Q.S. Al A’raaf ayat 206

Untuk Soal Latihan dapat dilihat pada : Soal Iman kepada Malaikat Allah SWT

RPP Deep Learning atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam adalah rancangan pembelajaran yang bertujuan agar siswa tidak hanya menghaf...